Wujud Kerja Nyata Untuk Negeri melalui Inovasi
Jakarta, 10 Agustus 2016 – Peristiwa ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya puncak perayaan Hakteknas di pusatkan di daerah (Solo, Jawa Tengah) sejak Kementerian Riset dan Teknologi bergabung dengan Dirjen Pendidikan Tinggi menjadi
Jakarta, 10 Agustus 2016 – Peristiwa ini menjadi istimewa karena
untuk pertama kalinya puncak perayaan Hakteknas di pusatkan di daerah
(Solo, Jawa Tengah) sejak Kementerian Riset dan Teknologi bergabung
dengan Dirjen Pendidikan Tinggi menjadi Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi. Dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
10 Agustus 2016 dihadiri oleh Pemerintah daerah, civitas akademika,
lembaga litbang, dunia usaha, pemerhati IPTEK, mahasiswa dan seluruh
masyarakat Indonesia.
HAKTEKNAS merupakan puncak pencapaian ajang unjuk inovasi anak
bangsa. Menilik kembali sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang
diawali dengan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada
tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung, ini menjadi bukti IPTEK telah
membawa negara Indonesia sejajar dengan negara lain. Hal ini menunjukkan
betapa pentingnya menanamkan perhatian, minat, dan kesadaran dari
seluruh komponen bangsa terhadap pentingnya IPTEK dan inovasi dalam
pembangunan nasional yang berkesinambungan dan berdaya saing.
Momentum 21 tahun lalu, terus menjadi spirit bekerja, dan kembali
membangun kepercayaan diri bahwa menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi adalah suatu keniscayaan untuk bisa bersaing dan sejajar
dengan bangsa lain. Keyakinan itu harus diikuti dengan langkah nyata
berupa kebijakan program dan kegiatan untuk mendukung dan mengembangkan
inovasi Nasional maupun Sistem Inovasi Daerah.
Memasuki era MEA, kawasan ASEAN akan menjadi pasar terbuka yang
berbasis produksi, dimana aliran barang, jasa dan investasi bergerak
bebas sesuai dengan konvensi ASEAN. Keunggulan komparatif dan kompetitif
menentukan mampu tidaknya kita memenangkan persaingan antar Negara
Anggota ASEAN, didukung Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang handal disertai dengan peningkatan daya saing guna menghadapi
integrasi perekonomian maka kita berkeyakingan akan mampu memenangkan
persaingan liberalisasi pasar regional dalam komunitas ASEAN Economy
Community, (AEC).
Pemerintah terus menerus bekerja keras meningkatkan peran dan
fungsinya sebagai, regulator, motivator, stimulator dan fasilitator
dalam rangka menciptakan iklim kondusif bagi terwujudnya penguatan
inovasi. Peran dan fungsi lembaga litbang dan perguruan tinggi juga akan
terus kita dorong untuk bersinergi memperkuat daya dukung inovasi.
Eksistensi industri juga secara berkelanjutan diberikan stimulan agar
mampu menggairahkan dunia investasi yang pada akhirnya akan tercipta
industri yang kuat dengan basis inovasi anak bangsa. Maka Pemerintah
fokus untuk melahirkan kebijakan yang mengitegrasikan semua sektor dan
aktor inovasi sebagai platform untuk membangun dan memperkuat Sistem
Inovasi Nasional.