Probolinggo—Banyaknya keluhan warga tentang perbaikan Jalan Brantas dan sudetan drainase di Jalan Mastrip dan Jalan Cokroaminoto membuat gerah Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Para wakil rakyat ini turun ke jalan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi tersebut.

            Sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Agus Riyanto beserta anggota dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat yang dibawa dalam pembahasan KUA PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 bahwa laporan DPUPR untuk anggaran perawatan jalan tersisa Rp 260 juta. “Kami meminta pemerintah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 untuk menganggarkan Rp 1 miliar. Salah satunya untuk perbaikan Jalan Brantas. Walaupun belum raperda perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 belum disahkan tetapi perbaikan sudah dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 260 juta,”ujarnya.

            Setelah melihat perbaikan jalan di Jalan Brantas, Komisi III beserta rombongan bergeser ke Jalan Cokroaminoto dan Jalan Mastrip guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait buruknya kinerja pembangunan drainase di 2 (dua) jalan tersebut.

            Dalam sidak tersebut Komisi III melihat U Grater yang retak dan kontraktor mengabaikan aspek keselamatan berlalu lintas bagi pengendara. Di kawasan tersebut hanya dipasang tanda jalan yang menunjukkan area sedang dalam proses pembangunan. Hal ini yang membuat Ketua Komisi III Agus Riyanto meminta pihak kontraktor untuk merapikan kondisi material yang berserakan di jalan. “Material yang ada di jalan ini mengakibatkan terjadi penyempitan jalan dan harus menjadi perhatian,” tandasnya.

            Anggota Komisi III, Robit Rijanto mengatakan kondisi 2 (dua) jalan tersebut macet dikarenakan adanya proyek sudetan, seharusnya proyek ini dikerjakan dengan cepat dari perencanaan sehingga tidak menimbulkan kemacetan. “Kami minta pengerjaan sudetan drainase dikerjakan dengan cepat dari perencanaan karena masyarakat sudah banyak yang mengeluhkan,”ujarnya.

            Robit Rijanto juga menambahkan tujuan pembuatan sudetan tersebut adalah untuk mengurangi genangan air saat musim hujan, untuk itu pihaknya meminta pengertian dari masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Komisi III tetap berupaya meminta DPUPR untuk segera menyelesaikan proyek tersebut supaya manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.