TANGGAPI ADUAN MASYARAKAT

KOMISI I RDP DENGAN DISPENDUK CAPIL

Probolinggo—Komisi I menanggapi pengaduan masyarakat terkait pelayanan Dispenduk Capil Kota Probolinggo melalui rapat dengar pendapat, Senin (11/5) di ruang kerja Komisi I DPRD Kota Probolinggo.

Rapat dengar pendapat yang dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Komisi I serta Dispenduk Capil Kota Probolinggo menindaklanjuti pengaduan salah satu warga yang telah mendapat Kartu Keluarga (KK) dan akan melakukan update data dengan memasukkan data istri dan anak ke sistem BPJS. Namun update data tersebut tertolak dikarenakan sistem data di Dispenduk Capil yang belum update. Dampak dari sini istri dan anak pelapor tidak tercover oleh BPJS.

Terkait update data, Dispenduk Capil melakukan update data 2 kali dalam setahun. Triwulan pertama di bulan Januari sampai dengan Juni dan triwulan kedua di bulan Juli sampai dengan Desember. Dari data yang sudah dikonsolidasikan ke pusat tahun 2019, untuk kepala keluarga yang ada di Kota Probolinggo sebanyak 75.859 KK. Di tahun 2020 ini dimulai dari bulan Januari sampai dengan April, data belum dikonsolidasikan ke pusat. Tetapi untuk permasalahan ini bisa menyusul untuk dikonsolidasikan. Sehingga apabila di BPJS belum muncul data yang update karena BPJS juga mengambil data dari pusat.

Dispenduk Capil apabila menerima laporan tentang update data maka 1 x 24 jam data tersebut bisa dipastikan sudah terupdate. Untuk itu apabila menemui permasalahan tersebut maka tidak perlu datang ke kantor Dispenduk Capil Kota Probolinggo tetapi cukup difotokan ke nomor layanan online whatsapp.

“Sampai kapan pelayanan E-KTP dihentikan?”, tanya Mokhammad Jalal, Ketua Komisi I.

Batas waktu penghentian sementara perekaman E-KTP, Dispenduk Capil menunggu SE dari Kementerian Dalam Negeri maupun dari Pemerintah Kota Probolinggo. Bila mengharuskan melakukan perekaman maka perlu ditangani secara khusus diantaranya dengan melakukan pengecekan suhu tubuh bagi petugas dan pemohon, alat yang digunakan harus didesinfektan terlebih dahulu dan petugas harus menggunakan sarung tangan dan masker. Pelayanan urgent ini seperti untuk keperluan administrasi anak-anak yang akan bersekolah ke luar kota, layanan BPJS dan pendaftaran TNI/POLRI, namun tetap melalui whatsapp sehingga tidak terjadi antrian. Sedangkan untuk pengambilan dokumen tetap dilakukan di Kantor Dispenduk Capil dengan menunggu di luar tanpa harus berkerumun.

“Salah satu warga telah mendapatkan surat keterangan E-KTP sementara (suket) di bulan Juli 2019. Tetapi suket tersebut hilang dan hanya memegang fotokopiannya saja, bagaimana penyelesaian E-KTP tersebut?”, tanya Supriyanto, anggota Komisi I.

Dispenduk Capil menanggapi jika suket yang hilang maka bisa memfoto fotokopian suket tersebut dan mengirimkannya melalui whatsapp, maka Dispenduk Capil akan cepat memproses E-KTP tersebut. Bahkan di bulan Juni nanti Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil akan meluncurkan aplikasi kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran yang bisa dicetak sendiri di rumah. Tetapi hal ini masih menunggu kepastian dikarenakan adanya kontroversi kemungkinan terjadinya pemalsuan.

“Untuk distribusi bantuan dampak virus Covid-19 apakah validitas data tetap mengacu pada data yang ada di Dispenduk Capil dan masih sering terjadi data penduduk yang tidak valid antar kecamatan. Mohon bisa dijelaskan!”, tanya Syaiful Rohman, Sekretaris Komisi I.

Data di Dispenduk Capil Kota Probolinggo tercatat ada 75.859 kepala keluarga. hasil rapat dengan para Camat disepakati distribusi bantuan menggunakan data kepala keluarga supaya tidak terjadi dobel. Satu kepala keluarga menerima satu bantuan. Di tanggal 18 April 2020 lalu Dispenduk Capil telah mengirimkan data kepala keluarga hasil konsolidasi semester II tahun 2019. Data ini sudah dikurangi dengan kepala keluarga berprofesi PNS, TNI/POLRI, BUMN, BUMD, Guru Negeri, Bidan Negeri, dan Perawat Negeri. Dan juga sudah dikurangi dengan data dari Dinas Sosial Kota Probolinggo yang mendapat bantuan dari pusat yaitu BLT, PKH, BST I dan II serta perluasan BLT. Penerima manfaat bantuan terdampak pandemi corona sebanyak 49.528 kepala keluarga. Penerima manfaat berasal dari data SIAK layanan dan akan bertambah dari data bulan Januari sampai dengan April tahun 2020 sebanyak 55.262 kepala keluarga. Untuk di Kecamatan Kanigaran sebanyak 13.200 KK, Kecamatan Kedopok sebanyak 7.285 KK, Kecamatan Mayangan sebanyak 16.916 KK dan Kecamatan Wonoasih sebanyak 7.794 KK. Total keseluruhan menjadi 55.262 KK. Sedangkan penerima manfaat bantuan dari DKUPP, Dinas Pertanian dan Dishub data tersebut tidak disandingkan dengan data di Dispenduk Capil Kota Probolinggo.

Terkait kesimpangsiuran data antar kecamatan, Dispenduk Capil tetap menegaskan bahwa kevalidan data tetap ada di Dispenduk Capil Kota Probolinggo. (md)