Probolinggo- Kesalahpahaman yang terjadi antara Komisi C DPRD Kota Probolinggo dengan PT. Rimba Sempana Indonesia terkait salah persepsi sidak yang dilakukan oleh salah satu anggota Komisi C, Jamiatul Holifan, serta permasalahan dugaan percobaan pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai Anggota DPRD Kota Probolinggo, ditindaklanjuti oleh Komisi C dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (28/4) kemarin.
Bertempat di ruang Komisi C DPRD Kota Probolinggo, Komisi C mengundang beberapa satker terkait diantaranya Dinas PU, BPMPP, Camat Kanigaran dan Lurah Curahgrinting serta manajemen PT Rimba Sempana Indonesia. RDP dihadiri formasi lengkap Komisi C.
Ketua Komisi C, H. Agus Riyanto, ST menyampaikan bahwa ada masalah yang diangkat dalam RDP ini yaitu laporan warga Jalan Citarum Kelurahan Curahgrinting dan surat klarifikasi PT. Rimba Sempana Indonesia terkait rencana pembangunan pelebaran PT. Rimba Sempana Indonesia yang telah menutup sebagian jalan aliran air.
Menanggapi hal tersebut, manajemen PT Rimba Sempana Indonesia menyampaikan bahwa pembangunan perluasan PT RSI yang dilakukan beberapa waktu lalu, masih dalam proses pengurusan IMB. Oleh karenanya pagar yang dibangun hanya terbuat dari kawat untuk menandai, dan untuk saluran irigasi sudah dipasang slub agar tidak menghalangi saluran air. Manajemen PT RSI siap memperbaiki apabila ada keluhan dari masyarakat.
Senada dengan Camat Kanigaran, Sugito Prasetyo yang mengatakan pada tanggal 21 April 2016, PT RSI menyampaikan surat yang menyatakan siap memperbaiki apabila ada keluhan dari masyarakat dan melakukan pembongkaran material yang rusak pada tanggal 22 April 2016.
Ketua Komisi C, Agus Riyanto, ST menanyakan perihal perijinan pembangunan perluasan oleh PT RSI kepada BPMPP. Dari BPMPP diperoleh informasi bahwa sampai saat ini perijinannya masih dalam proses IMB sambil menunggu desain gambar yang dibuat oleh Dinas PU. Sehingga dari sini, Ketua Komisi C menyatakan bahwa sebelum proses perijinan selesai tidak boleh ada pembangunan.
Mengenai oknum yang mengaku sebagai anggota Komisi C DPRD Kota Probolinggo, Jamiatul Holifan yang melakukan percobaan pemerasan dengan meminta sejumlah uang. Ketua Komisi C, Agus Riyanto, ST meminta klarifikasi kepada manajemen PT RSI. Manajemen PT RSI mengklarifikasi bahwa nomor telepon tersebut bukan nomor telepon Jamiatul Holifan dan telah diklarifikasi bahwa yang bersangkutan sedang berada di Surabaya.
Untuk itu Ketua Komisi C, Agus Riyanto, ST meminta kepada manajemen PT Rimba Sempana Indonesia untuk secepatnya menyampaikan nomor telepon yang melakukan memeras dan juga nama oknum dari BPMPP yang memberikan saran untuk membangun sambil mengurus ijin. (md)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.