Probolinggo—Komisi III DPRD Kota Probolinggo menindaklanjuti pengaduan warga Kelurahan Sumber Taman, Gatot Siswantoko terkait kasus PHK di UD Cahaya Restu pada rapat dengar pendapat (RDP), Jumat (22/9) di ruang kerja Komisi III.

            RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Agus Riyanto dihadiri oleh semua anggota Komisi, Disnaker, Manajer UD Cahaya Restu dan Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Korwil Jatim serta pengadu, Gatot Siswantoko.

            Dalam RDP tersebut, Ketua Komisi III Agus Riyanto memberi tenggat waktu 15 hari pada Disnaker untuk menyelesaikan kasus PHK di UD Cahaya Restu. Disnaker diminta menggelar pertemuan tripatit untuk membahas PHK terhadap kasus Gatot Iswantoko. “Kami sarankan untuk diselesaikan secara tripartite dan hasilnya kami tunggu selambat-lambatnya 15 hari dari sekarang. Jika dari Disnaker condong sana condong sini, maka langsung laporkan saja ke kami,”tandasnya.

            Permasalahan kasus Gatot Iswantoko bermula pada tanggal 7 April 2017 posisinya dipindah di bagian keamanan atau waker. Proses kepindahan ini dinilai Gatot tidak sesuai dengan prosedur terutama izin pada atasannya langsung. Sehingga sejak kepindahan itu gaji Gatot yang semula sebesar Rp 1,61 juta per bulan berkurang menjadi Rp 910 ribu per bulan. Kemudian di tanggal 16 September 2017 Gatot diberi tali asih oleh perusahaan sebesar Rp 2,555 juta, tetapi ditolaknya dan semenjak saat itu Gatot tidak lagi bekerja disana.

            Manajer UD Cahaya Restu, Mega Guntara mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi dengan Gatot Iswantoko, bahkan sanggup membayar gaji seperti sebelumnya. Tetapi Gatot menolak dengan alasan kasusnya terlanjur dibahas di DPRD.

            Kepala Disnaker, Wahono mengatakan permasalahan ini sudah diselesaikan secara bipartite namun tidak ada titik temu antara karyawan dengan perusahaan. “Untuk bipartit dilakukan selama 30 hari dan sekarang belum 30 hari. Kami akan selesaikan sesuai dengan aturan yang ada. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.