Probolinggo—Program Sistem informasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Sipaten) dan Sistem Aplikasi Kelurahan Terpadu (Siakel)yag telah diaplikasikan sejak tahun 2015 di Kelurahan dan Kecamatan ternyata belum benar-benar dimanfaatkan. Hal inilah yang membuat Komisi A DPRD Kota Probolinggo melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat pada hari rabu, (8/6).
“Program Siakel dan Sipaten ini bagus tetapi ternyata masih ada kendala. Contohnya ada pihak Kelurahan yang meminta harus menghadap langsung terutama berkaitan dengan penandatanganan berkas”, ujar Ali Muhtar.
Ali Muhtar juga menambahkan seharusnya ada aturan mengikat bagi para Camat dan Lurah untuk menggunakan aplikasi tersebut dalam melayani masyarakat. Karena aplikasi Sipaten dan Siakel ini bertujuan memberikan pelayanan cepat, akurat, dan transparan melalui sistem online.
Kepala Diskominfo, Rey Suwigtyo mengatakan pihaknya memang membutuhkan aturan yang mengikat, namun berkaitan dengan hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab kami. Bahkan Rey Suwigtyo menambahkan terkait dengan surat menyurat masih ada beberapa surat yang belum bisa dimasukkan dalam aplikasi tersebut, seperti surat tanah, surat waris dan sebagainya karena merupakan hal yang rawan. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.