Probolinggo — Senin (12/1) Komisi A memanggil DPPKA bidang aset dan Kepala UPT Pasar Gotong Royong, Pasar Baru dan Pasar Wonoasih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas tentang aset daerah dan penataan pasar.

Komisi A membutuhkan penjelasan terkait sewa menyewa aset tanah pertanian yang selama ini disewakan kepada masyarakat. Dari beberapa keluhan masyarakat penyewaan tanah pertanian milik Pemerintah Kota dilapangan dianggap cukup sulit.

Dari data yang dihimpun oleh Komisi A ada banyak penyewa tanah dari bulan Januari hingga Desember 2015 yang telah habis masa kontraknya. Serta ada sejumlah penyewa yang melebihi ketentuan luasan dari yang seharusnya sehingga jika hal ini tidak diatur dan ditertibkan akan menimbulkan kecemburuan dan bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Menanggapi hal ini, Kepala bidang aset DPPKA, Pudjo A. Satrio mengungkapkan bahwa Pemerintah pada tahun 2015 ini akan melakukan pendataan menyeluruh tentang aset-aset yang dimiliki daerah. Oleh karenanya bidang aset DPPKA menggandeng pihak ketiga dari Solo dan Sucofindo dalam menaksir nilai aset. “Kami anggarkan 1 milyar untuk melakukan sensus aset,” terang Pujo A. Satrio kepada Komisi A.

Hasil dari sensus aset akan dikelompokkan dan nilai keekonomiannya dinilai. Jika aset sudah tidak memiliki nilai keekonomian maka akn dihapus melalui dilelang atau dimusnahkan. Aset yang akan dihapus dengan taksiran dibawah 5 Milyar menjadi kewenangan dari Pemerintah yang dalam hal ini adalah Walikota Probolinggo. Tetapi jika nilai aset diatas 5 Milyar harus disesuaikan dengan ketentuan yang ada.

Mendengar tanggapan tersebut Komisi A sangat mengapresiasi langkah dari bidang aset DPPKA dan meminta untuk benar-benar maksimal di dalam pelaksanaan. Dari RDP ini Komisi A merekomendasi tentang penataan aset dan pembuatan papan/tanda yang menegaskan bahwa aset tersebut milik Pemerintah Kota Probolinggo.

Dalam RDP ini juga Komisi A menyikapi kondisi pedagang buah-buahan yang terdampak musibah kebakaran beberapa tahun lalu di Pasar Gotong Royong. Dalam rekomendasinya Komisi A meminta Walikota Probolinggo untuk segera memindahkan para pedagang tersebut ke lokasi (bedak) yang telah selesai direnovasi. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.