KOMISI III MASIH SOROTI PEMBANGUNAN PASAR BARU

Probolinggo—Sejumlah proyek di Kota Probolinggo menjadi sorotan oleh Komisi III. Salah satunya pembangunan Pasar Baru yang tidak sesuai target. Alhasil rekanan PT Trisna Karya diputus kontrak dan di denda sebesar Rp 147 Juta.

Hal ini terungkap dalam RDP yang digelar Komisi III dengan menghadirkan Dinas PUPR dan Perkim, Kamis (2/2). Andre Nirwana Kabid Cipta Karya DPUPR Perkim menjelaskan progres pembangunan Pasar Baru yang mencapai 81,934 persen. Pembangunan fisik utama telah selesai dan kini menyisakan pembangunan los bedak dan mekanikal elektrikal pasar. “Pekerjaan pembangunan Pasar Baru tidak selesai sesuai terget. Penyelesaian hanya mencapai 81 persen.” Ujar Andre.

Lebih lanjut Andre menambahkan rekanan tersebut diputus kontrak dan dikenakan sebesar Rp 147 juta. Selain itu juga terungkap proyek fisik yang belum rampungterjadi di pembangunan alun-alun. Proyek yang digarap oleh PT Faradis Mulia Makmur tahap penyelesaiannya mencapai 91 persen. “denda yang dikenakan untuk proyek pembangunan alun-alun sekitar 2,2 juta. Lebih kecil dibandingkan denda rekanan pembangunan Pasar Baru. Karena memang nilai proyeknya berbeda.” Ujar Andre.

Ketua Komisi III, Agus Riyanto mengatakan pihaknya sudah pesimistis dua proyek tersebut bisa selesai tepat waktu. Karena menggunakan anggaran besar tetapi pekerjaan akan dilaksanakan di bulan Agustus. Apalagi adanya kecelakaan kerja saat pembangunan Pasar Baru dan cukup mempengaruhi progres pembangunannya.

Untuk itu Agus menyarankan supaya pembangunan fisik tidak dilaksanakan sejak Maret hingga April. Bahkan meminta dinas terkait lebih serius dalam penyusunan dokumen agar proyek fisik di Kota Probolinggo tidak terlambat. (md)