Probolinggo—menanggapi aduan dari LSM LIRA terkait pemenang tender RSUD Dr. Moh. Saleh yaitu PT Cipta Prima Selaras, Komisi III menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada hari Selasa (8/8). Dengan mengundang LSM LIRA, ULP Kota Probolinggo dan Inspektorat, RDP Komisi III dihadiri juga oleh seluruh anggota.

            Ketua Komisi III, Agus Riyanto mengatakan RDP ini untuk membahas permasalahan pemenang proyek paket lelang pembangunan ruang rawat inap pada RSUD Dr. Moh. Saleh yang nantinya akan diselesaikan dan klarifikasi dari pihak ULP dan Inspektorat.

            Sekretaris LSM LIRA, Louis Hariona mengatakan pihaknya datang ke DPRD untuk mengadukan temuan terkait PT Cipta Prima Selaras  yang dianggap tidak layak melanjutkan proyek pembangunan rang rawat inap RSUD Dr. Moh. Saleh karena dinilai banyak memiliki track record pekerjaan sebelumnya tidak tepat waktu. “Nantinya jika dikerjakan oleh PT tersebut bisa merugikan masyarakat karena khawatir akan terulang kembali seperti yang telah terjadi di Pasuruan dan Gresik,”ujarnya.

            Lebih lanjut LSM LIRA merekomendasikan ke Pokja agar dapat dievaluasi kembali, sebaiknya diganti saja. Jika nanti terjadi di Kota Probolinggo dengan pagu anggaran sekitar Rp 6 milyar akan sangat merugikan, sehingga kami serahkan ke DPRD yang memiliki fungsi legislasi untuk dapat menindaklanjuti.

            Menanggapi hal tersebut Ketua Pokja I Fuad mengatakan sebelum ada sanggahan dari LSM LIRA, ULP telah melakukan browsing untuk mengecek rekanan dimaksud dan juga telah mendatangi Pemkot Pasuruan pada tanggal 19 Juni lalu untuk klarifikasi. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.