Probolinggo—Komisi II DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Disbupar dan DKUMPP terkait kesiapan penyelenggaraan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2017, Selasa (15/8). Kegiatan Semipro yang bakal digelar pada tanggal 18 Agustus hingga 4 September mendatang menyedot anggaran yang cukup besar sehingga perlu diketahui kesiapannya.

            Komisi II mengamati persiapan panitia dalam penyelenggaraan Semipro di tahun 2017 ini dinilai kurang matang. Terlihat dari pembentukan panitia yang terkesan mendadak dan kurang persiapan.

            Anggota Komisi II, Asri Wahyuningsih memberikan komentar pembentukan panitia Semipro terkesan mendadak yang hanya berselang beberapa minggu dari acara. “Berbeda dengan tahun lalu yang sudah terbentuk sejak tiga bulan sebelumnya. Maka kami tidak ingin acara Semipro terkesan asal-asalan dengan anggaran yang cukup besar,”ujarnya,

            Sri menambahkan adanya pengaduan dari sejumlah PKL terkait tarikan yang dilakukan oleh paguyuban. Tarikan dari paguyuban sangat membebani dan cukup besar bagi PKL. Adanya dalih sudah disetujui dan mendapat izin dari Disbudpar, paguyuban memiliki kewenangan untuk tarikan tersebut. Akibatnya mereka memainkan tarif seenaknya. Seharusnya Pemkot mengambil alih tarikan tersebut.

            Sementara itu Kepala DKUMPP, Gatot Wahyudi mengatakan  dalam Semipro nanti penataan PKL sudah tertata dengan baik. PKl yang berada di dalam alun-alun merupakan binaannya, sedangkan yang di luar alun-alun masuk dalam paguyuban. “Nah disitulah kewenangan paguyuban. Mungkin karena tenda, listrik dan kebersihan dipersiapkan paguyuban sehingga mereka melakukan tarikan. Namun kami akan panggil dan berikan pembinaan,” ujar Gatot.

            Kepala Disbudpar, Agus Efendi juga memberikan tanggapan, persiapan Semipro sudah betul-betul baik. Agus menolak jika pihaknya dinilai kurang persiapan dalam menggelar acara Semipro. “Persiapannya sudah seratus persen. Tahun ini Semipro bukan gebyar dan berbeda dengan tahun kemarin,” ujarnya.

            Di akhir RDP Ketua Komisi B, Rano Cahyono memberikan rekomendasi bahwa nantinya Semipro harus-harus benar memberdayakan PKL dan dapat mendongkrak PAD. “Tujuan utamanya adalah mengangkat perekonomian pelaku usaha dan kelompok masyarakat. Tujuan ini harus benar-benar tercapai,” tegasnya. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.