KOMISI I SILAHTURAHMI KE DINAS KEPEMUDAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

Probolinggo—Komisi I DPRD Kota Probolinggo melaksanakan silahturahmi ke Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata diterima langsung oleh Kepala Dinas beserta jajarannya di ruang pertemuan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Kamis (9/1).

Silahturahmi yang dipimpin oleh Ketua Komisi I, Mokhammad Jalal dan anggota merupakan ajang perkenalan kepada mitra kerja dari Komisi I dan sekaligus  persiapan pembahasan Raperda tentang penyelenggaraan kepariwisataan.

Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata diawali mulai 1 Januari 2020 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Dalam rangka menunjang kegiatan pariwisata Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata, akan melaksanakan kegiatan dengan penekanan pada pemberdayaan dan penguatan Pokdarwis serta mendorong ekonomi kreatif dan pertumbuhan wirausaha muda.

Pembentukan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) mulai dirintis pada tahun 2018 dengan jumlah 8 (delapan) kelompok dengan sebaran Kecamatan Kademangan sebanyak 2 (dua) Pokdarwis, Kecamatan Mayangan sebanyak 4 (empat) Pokdarwis, Kecamatan Kanigaran 1 (satu) Pokdarwis dan Kecamatan Kedopok 1 (satu) Pokdarwis. Di Tahun 2019 jumlah Pokdarwis bertambah 4 (empat) Pokdarwis, yakni di Kelurahan Sumber Wetan, Kelurahan Kedopok, Kelurahan Wonoasih dan Kelurahan Mangunharjo.

Berkaitan hal tersebut maka Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata pada Tahun 2020 merencanakan pada program pengembangan destinasi pariwisata, industri pariwisata dan ekonomi kreatif dengan kegiatan peningkatan pemberdayaan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan melakukan pembinaan tentang pembuatan dan pemasaran kuliner, kriya dan fotografi serta akan digelar pameran ekraf untuk memamerkan potensi dan hasil karya anak muda Kota Probolinggo, pembinaan usaha jasa pariwisata serta pengawasan terhadap usaha jasa pariwisata agar dalam pelaksanaan usaha jasa pariwisata sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pembinaan kepada pelaku usaha pariwisata tentang perlunya akreditasi pemeringkatan tempat penginapan dan sertifikasi tingkat dasar bagi SDM Pariwisata.

Kemudian untuk kegiatan peningkatan kualitas tata kelola destinasi pariwisata dan kapasitas masyarakat pelaku usaha kepariwisataan, melalui (1) Pembinaan Pokdarwis untuk menyamakan persepsi tentang peran Pokdarwis; (2) Pelatihan manajemen dalam rangka pengelolaan destinasi pariwisata; dan (3) Pelatihan dalam rangka penguatan SDM dengan sasaran pengurus Pokdarwis.

Melalui promosi pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Probolinggo bekerja sama dengan agent travel, sebanyak 17 kali di sepanjang tahun 2019 telah bersandar kapal pesiar pengangkut wisatawan mancanegara untuk menikmati destinasi yang ada di Kota Probolinggo.

Angka kunjungan wisatawan melalui pendekatan daya tarik wisata (DTW) di tahun 2018, wisatawan mancanegara sebanyak 3.295 dan wisatawan nusantara sebanyak 1.232.908. Di tahun 2019, wisatawan mancanegara sebanyak 1.698 dan wisatawan nusantara sebanyak 1.084.317.

Permasalahan yang dihadapi antara lain, (1) terbatasnya regulasi yang mengatur tentang kepariwisataan; (2) belum terintegrasinya peran masing-masing OPD dalam menunjang kepariwisataan; (3) Terbatasnya sumber daya alam; (4) Belum optimalnya peran serta masyarakat dalam menumbuh kembangkan kepariwisataan; (5) Belum optimalnya 3 (tiga) pilar Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat.

Untuk itu maka diperlukan solusi, (1) merancang regulasi kepariwisataan; (2) membangun sinergitas masing-masing OPD; (3) mengoptimalkan sumber daya alam yang ada dan mengembangkan sumber daya buatan; (4) mengoptimalkan peran masyarakat dalam kepariwisataan; (5) mengoptimalkan peran 3 (tiga) pilar Pemerintah daerah, Swasta dan masyarakat. Dengan strategi, (1) Aksesbilitas, merupakan tersedianya beragam akses yang tersedia untuk wisatawan berkunjung ke sebuah destinasi; (2) Atraksi, dalam hal ini untuk Kota Probolinggo memiliki seni budaya yang dilestarikan yang dikemas sebagai daya tarik pariwisata; (3) Amnesitas, merupakan fasilitas pendukung dalam kepariwisataan diantaranya hotel, restoran, keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan pariwisata.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata merencanakan ke depan yaitu membangun Taman Figur Jaran Bodhag, Taman Sapi Brujul, Taman Kerapan Kambing, Taman Kota Tua/Kota Pusaka, Taman Anggur, Taman Banger, dan Taman Perahu serta membuat paket edukasi wisata budaya dan lingkungan. (md)