Probolinggo– Pencemaran limbah hasil produksi PT Southern Marine Product yang berada di jalan Brantas dan PT Berdikari Jaya Bersama di jalan Lumajang, mendapat sorotan khusus dari Komisi C DPRD Kota Probolinggo. Banyaknya keluhan warga yang masuk membuat Komisi C segera menindaklanjuti dengan mengelar RDP dan sidak pada hari Kamis, (7/1) yang bertempat di ruang Komisi C.
Komisi C memanggil satker terkait, BLH dan BPMPP yang kemudian ikut serta dalam sidak ke PT Southern Marine Product dan PT Berdikari Jaya Bersama.
Dalam kunjungannya ke PT Southern Marine Product, Ketua Komisi C DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto mengatakan bahwa sejak tahun 2008 telah melakukan pengolahan limbah yang dihasilkan. Namun baru 35 persen limbah yang tertangani lewat instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Lebih lanjut Agus meminta dalam waktu 6 bulan sudah ada progres yang signifikan, terutama masalah bau harus tetap menjadi perhatian baik bagi dinas maupun pengusaha. Jangka waktu 6 bulan ini menyesuaikan dengan periode produksi pabrik.
Setelah dari PT Southern Marine Product, Komisi C bersama satker terkait menuju pabrik pengolahan olie bekas milik PT Berdikari Jaya Bersama. Di lokasi pabrik, dewan Komisi C sesekali tercium bau limbah pabrik. “Baunya sudah tidak ada. Apakah bau ini benar-benar hilang karena pengolahan limbah yang sudah baik atau karena tau akan didatangi Komisi C?,” kata Hamid Rusdi, Anggota Komisi C.
Dia akhir kunjungan, Ketua Komisi C, Agus Riyanto berpesan kepada BLH untuk tetap melakukan pengawasan ke semua pabrik yang ada di Kota Probolinggo terutama yang menimbulkan dampak lingkungan.  (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.