Panwascam Wonoasih, merekomendasikan Camat setempat untuk tidak mendistribusikan bantuan barang kepada warga, setelah ditemukannya tempelan kertas kecil bertuliskan nama beberapa anggota dewan. Bantuan sosial yang diusulkan anggota dewan melalui jasmas diberi nama oleh salah satu staf Kecamatan Wonoasih, dengan alasan untuk mempermudah pendistribusian. Barang-barang yang ditempeli nama itu, berupa sepeda mini, mesin jahit, etalase, serta rombong bakso dan cilot, mixer, selep tepung, kompresor, peralatan dapur, maggic com dan mesin obras.

Hal inilah yang kemudian menjadi sorotan oleh Komisi A DPRD Kota Probolinggo dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Panwaslu, Kecamatan, Dinas PU, DKP, Diskoperindag, Dinas Sosial, Disperta, Bagian Kesra dan Kantor Pemmas, Rabu (12/3).

DPRD Kota Probolinggo meminta bantuan sosial melalui anggota dewan tidak lagi diberi nama oleh Kecamatan, karena kondisi saat ini tidak memungkinkan apalagi menjelang pemilu legislatif. Ditakutkan hal ini akan bisa dipolitisir, padahal bantuan sosial jasmas benar-benar untuk masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi semata.

Dia akhir perbincangan, Komisi A tetap menghargai rekomendasi dari Panwaslu kepada Kecamatan Wonoasih untuk tidak menyalurkan bantuan sosial tersebut. Namun bagi bantuan lain di luar jasmas dewan, bisa untuk didistribusikan.  (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.