EKSEKUTIF SAMPAIKAN SOSIALISASI KUA PPAS APBD TA 2021

Probolinggo–DPRD Kota Probolinggo menggelar sosialisasi dengan agenda penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2021 diruang sidang utama kantor DPRD Kota Probolinggo pada Senin (9/11).

Dalam penjelasan yang disampaikan Kepala BPPKAD, Wawan Soegyantono bahwa ada yang berbeda dengan proses perencanaan dan penyusunan serta penganggaran pada tahun sebelumnya, KUA dan PPAS serta rancangan APBD TA 2021 menggunakan klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah sesuai dengan Permendagri Nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah dan secara elektronik melalui sistem informasi pemerintah daerah (SIPD).

Ditambahkannya asumsi makro ekonomi Kota Probolinggo tahun 2021 tidak lepas dari pengaruh pandemi Covid-19. Mengingat tahun 2021 merupakan tahun pemulihan pasca bencana nasional dan internasional dari pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun 2020, maka prioritas dan arah kebijakan pembangunan tahun 2021 sebagaimana amanat nasional juga diarahkan untuk reformasi sosial dan pemulihan ekonomi. Adanya pandemi ini tentunya berpengaruh terhadap kondisi capaian kinerja pembangunan daerah tahun 2020 yang juga masih berdampak hingga tahun 2021 terkait dengan lesunya perekonomian dan pola aktivitas harian serta adanya refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian terhadap target kinerja pembangunan daerah tahun 2021.

Berdasarkan RKPD Kota Probolinggo tahun 2021 proyeksi makro ekonomi yaitu (1) pertumbuhan ekonomi diproyeksi berada pada angka 4,5 sampai 5,5 persen (2) presentase penduduk miskin diproyeksi pada angka 7,10 persen (3) tingkat pengangguran terbuka diproyeksi jauh lebih rendah dibandingkan target nasional sebesar 7,5-8,2 persen. Hal ini menunjukkan adanya komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung upaya mengatasi permasalahan pengangguran melalui berbagai kerjasama perluasan lapangan kerja dan penempatan tenaga kerja. (4) terdapat beberapa indikator kinerja bidang urusan yang ditetapkan secara nasional yaitu indeks pemberdayaan gender sebesar 73,50. Kota Probolinggo tahun 2021 ditetapkan target indeks pemberdayaan gender sebesar 68,30 yang jauh dibawah target nasional. Hal ini terkait dengan kondisi eksisting rendahnya peran serta perempuan dalam pembangunan serta keterlibatan perempuan dalam parlemen, posisi manajerial perusahaan.

Pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 216 milyar lebih. Kemudian pendapatan transfer ditahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 745 milyar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 22 milyar lebih. (md)