Probolinggo–Penghargaan di bidang perizinan satu atap dari Pemerintah pusat mendapat perhatian dari Komisi I DPRD Kota Mojokerto. Rombongan diterima oleh Ketua DPRD dan Komisi A DPRD Kota Probolinggo serta satuan kerja terkait di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo pada hari Senin (7/3).
Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Suliat yang juga selaku ketua rombongan mengemukakan maksud dan tujuan kedatangannya dengan membawa 3 agenda penting  untuk belajar di Kota Probolinggo. Pertama mengenai proses perijinan dan investasi di Kota Probolinggo, kedua mengenai proses perijinan satu atap dimana semua proses ijin menjadi satu di BPMPP serta yang ketiga adalah meminta saran dan masukan terkait rencana proses perubahan kantor perijinan di Kota Mojokerto menjadi dinas atau badan.
Mendengar penjelasan tersebut, Ketua DPRD Kota Probolinggo menyambut baik kunjungan kerja tersebut. Agus Rudiyanto Ghaffur, SH menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena menjadikan Kota Probolinggo sebagai tempat untuk menimba ilmu.
Setelah dipersilakan untuk melakukan dialog, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Kota Probolinggo, H. Paeni Effendi memaparkan prestasi-prestasi dan program perijinan satu atap yang telah diakui oleh Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jatim.
“Kita telah mendapatkan penghargaan karena memberikan kemudahan dalam proses perijinan dan terintegrasi. Bahkan apabila saya sedang berada di luar kota, perijinan dapat diantar ke rumah pengusaha yang mengurus ijin. Sehingga prosesnya lebih cepat dan mudah”, ujar Paeni Effendi.
Menurut Paeni sejak tahun 1999 Pemkot Probolinggo sudah mendirikan UPT perijinan kemudian berkembang menjadi kantor, dinas kemudian menjadi badan. Semua perijinan menyatu dan berada di satu kantor sehingga tidak perlu ke kantor-kantor lainnya. Selain itu kami juga menghimbau kepada para pengusaha untuk memperbarui ijin setiap tahunnya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Suliat mengatakan puas atas jawaban yang diberikan oleh satker terkait tentang permasalahan yang ditanyakan. Menurutnya Kota Probolinggo dipilih menjadi tempat kunjungan karena proses perijinan yang diterapkan telah diakui bagus oleh pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jatim.  Sehingga hasil yang didapat dari kunjungan ke Kota Probolinggo ini dapat diterapkan di Kota Mojokerto. (md)

Leave a Reply

Your email address will not be published.