VISI "TERWUJUDNYA PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO YANG DEMOKRATIS"                              MISI "Menggerakkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparantif, aspiratif dan akuntabel, Meningkatkan efektifitas kinerja DPRD,Mendorong peran serta masyarakat dalam pengambilan kebijakan"

  • logobaru - Copy.jpg
  • WEB.jpg
  • WEB1.jpg

KOMISI I GELAR RDP PERJELAS SOAL KEAMANAN JELANG PILKADA DAN KASUS ANAK JALANAN

KOMISI I GELAR RDP PERJELAS SOAL KEAMANAN JELANG PILKADA DAN KASUS ANAK JALANAN

Probolinggo—Komisi I DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan Kapolresta Probolinggi beserta jajarannya, Dinas Sosial dan Satpol PP terkait keamanan jelang Pilkada dan kasus pembunuhan anak jalanan, Senin (12/3) di ruang Komisi I.

            Ketua Komisi I, Abdul Azis didampingi anggotanya menjelaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban di tahun politik seperti sekarang ini menjadi tugas Komisi I untuk mengingatkan terkait keamanan di Kota Probolinggo.

            “Terkait kasus pembunuhan anak jalanan yang terjadi di Kelurahan Ketapang beberapa waktu lalu, Dinas Sosial seharusnya meningkatkan pembinaaan dan pengawasan terhadap anak jalanan,” ujar Azis.

            Azis juga menambahkan bahwa Komisi I mengapresiasi upaya ASN dalam menjaga netralitasnya menjelang Pilkada. Ia juga meminta Polresta meningkatkan kewaspadaannya.

            Anggota Komisi I, Syaiful Rohman bahkan mendesak Polresta supaya gencar melakukan patroli karena sering terjadi kriminalitas di Kota Probolinggo.

            Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Probolinggo AKPBD Alfian Nur Rizal mengungkapkan pihaknya telah berusaha sekuat tenaga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terutama di tahun politik seperti sekarang ini.

            Sedangkan mengenai kasus pembunuhan anak jalanan, Kapolresta mengatakan jika kasusnya sudah mengalami kemajuan hanya saja hasilnya belum bisa diumumkan ke publik.

            Kepala Dinas Sosial, Zainullah mengatakan bahwa pembinaan bagi anak jalanan terus dilakukan dan rumah singgah juga sudah tersedia. Hanya saja yang menjadi kendala adalah banyak anak jalanan yang beredar di Kota Probolinggo bukan berdomisili di Kota Probolinggo.