VISI "TERWUJUDNYA PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO YANG DEMOKRATIS"                              MISI "Menggerakkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparantif, aspiratif dan akuntabel, Meningkatkan efektifitas kinerja DPRD,Mendorong peran serta masyarakat dalam pengambilan kebijakan"

  • logobaru - Copy.jpg
  • WEB.jpg
  • WEB1.jpg

KOMISI II RDP DENGAN DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN PERTANYAKAN UPAYA MELESTARIKAN ANGGUR SEBAGAI IKON KOTA PROBOLINGGO

KOMISI II RDP DENGAN DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PERTANYAKAN UPAYA MELESTARIKAN ANGGUR SEBAGAI IKON KOTA PROBOLINGGO

 

Probolinggo—Komisi II DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terkait tanaman anggur yang sudah mulai punah, Selasa (20/3) di ruang Komisi II.

            Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar bertujuan untuk memperjelas langkah Pemkot dalam mempertahankan tanaman anggur sebagai ikon Kota Probolinggo.

            Wakil Ketua Komisi II, Titin Andriani menunjukkan keheranannya bahwa ikon Kota Probolinggo adalah mangga dan anggur tetapi yang terjadi anggur tidak ada sama sekali. Sehingga menurutnya Disperta harus punya terobosan baru supaya mampu menarik minat masyarakat atau petani untuk kembali menanam tanaman anggur.

            Bahkan Titin menambahkan persoalan ikon Kota Probolinggo harus dikaji bersama supaya ikon tersebut tetap maksimal sehingga tanaman anggur dapat bernilai ekonomis bagi kesejahteraan masyarakat dan petani anggur.

            Sekretaris Komisi II, H. Syaifudin ikut menambahkan jika Komisi II terus mendorong Disperta dalam mencari solusi dengan menggandeng pihak ketiga untuk melakukan penelitian terhadap tanaman anggur yang ada.

            “Mereka berpendapat tanaman anggur tidak tahan hujan. Sehingga seharusnya bisa dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga agar ada solusinya,” ujar Syaifudin.

            Menanggapi hal tersebut Kadisperta yang diwakili Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Yudha Hertanto mengatakan minimnya tanaman anggur disebabkan faktor hujan atau cuaca yang tidak menentu.

            “Kita sudah berupaya untuk mengembangkan tanaman anggur. Salah satunya dengan menggandeng LIPI dan berkurangnya tanaman anggur didominasi oleh faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi,” kata Yudha. (md)