VISI "TERWUJUDNYA PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO YANG DEMOKRATIS"                              MISI "Menggerakkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparantif, aspiratif dan akuntabel, Meningkatkan efektifitas kinerja DPRD,Mendorong peran serta masyarakat dalam pengambilan kebijakan"

  • logobaru - Copy.jpg
  • WEB.jpg
  • WEB1.jpg

TANGGAPI ADUAN MASYRAKAT TENTANG KELANGKAAN PUPUK KOMISI II GELAR RDP DENGAN PIHAK TERKAIT

TANGGAPI ADUAN MASYRAKAT TENTANG KELANGKAAN PUPUK

KOMISI II GELAR RDP DENGAN PIHAK TERKAIT

 

Probolinggo—Terkait kelangkaan pupuk yang terjadi di Kota Prbolinggo rupanya mengundang perhatian Komisi II DPRD Kota Probolinggo.

            Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar pada hari Selasa (23/1) di ruang kerja Komisi II DPRD Kota Probolinggo dengan mengundang Distributor Pupuk, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan DKUMPP.

            Ketua Komisi II, Rano Cahyono menyampaikan tujuan dari RDP ini mengenai kelangkaan pupuk yang terjadi di Kota Probolinggo. Hal ini terjadi di Kelurahan Kedung Asem, Sumber Wetan dan Jrebeng Kidul. Laporan dari masyarakat yang masuk pupuk menjadi langka dan harga melambung tinggi.

            Menanggapi hal tersebut, Amri dari Ditributor Pupuk mengatakan bahwa perjanjian antara kios dengan distributor hanya satu tahun. Setelah itu harus melamar lagi ke distributor pupuk dengan melihat loyalitas dan kinerja. “Alokasi pupuk secara makro per hektar sampai 4 kwintal. Sedangkan alokasi pupuk untuk wilayah Kota Probolinggo sebesar 139 ton dan yang sudah tersalurkan ke kios sebesar 356 ton sehingga jika dilihat dari data tersebut tidak terjadi kelangkaan. Bahkan menurut saya penyaluran pupuk urea ini normal,” ujarnya.

            Amri bahkan menambahkan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi diawasi, yang telah membeli sudah tercantum namanya dengan jatah lahan 2 Ha. Apabila tidak terdaftar maka tidak boleh. Pemerintah saat ini telah meluncurkan kartu tani supaya tepat sasaran.

            Mendengar penjelasan tersebut, Wakil Ketua Komisi II Titin Andriani mengatakan yang terjadi kelangkaan di lapangan adalah pupuk urea Kaltim.

            Sementara itu dari Koordinator Penyuluh Lapangan pertanian, Supriyadi mengatakan telah membina petani sudg lama dan masalah pupuk identik karena petani tidak mau memakai pupuk selain urea. Dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sidah merekomendasikan 1 kwintal per hektar sesuai petunjuk dari Provinsi. (md)