VISI "TERWUJUDNYA PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO YANG DEMOKRATIS"                              MISI "Menggerakkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparantif, aspiratif dan akuntabel, Meningkatkan efektifitas kinerja DPRD,Mendorong peran serta masyarakat dalam pengambilan kebijakan"

  • logobaru - Copy.jpg
  • WEB.jpg
  • WEB1.jpg

Profil DPRD

 Sekilas DPRD Kota Probolinggo

 

KEADAAN WILAYAH KOTA PROBOLINGGO

Wilayah kota probolinggo berada pada 70 43’ 41” s/d 70 49’ 04” LS dan 1130 10’ s/d 1130 15 ‘ BT bagian wilayah Provinsi Jawa Timur. Topologi wilayah terletak pada ketinggian 0 sampai 50 meter di atas permukaan laut 2% berlereng dan selebihnya dataran. Penggunaan tanah dominan tanah pertanian (45,77%), pemukiman (36,88%) dan tambak (2,81%). Struktur tanah: tanah Alluvial (63,98%), Grumosol (4,82%), Mediteran (31,20%). Iklim tropis dengan suhu antara 26 DC-32DC,curah hujan 2,94 mm/hari, kelembapan rendah, keceptan angn 81KM/jam yang dikenal dengan sebutan “Angin Gending”. Berbatasan dengan tiga kabupaten, sebelah barat kabupaten Pasuruan,  sebelah timur kabupaten Probolinggo dan sebelah selatan kabupaten Lumajang. Terhampar antara gunung Bromo dan selat Madura yang dikenal dengan sebutan Kota BAYUANGGA”, angina, anggur, air, manga, serta bawang merah, sebagai kota transit yang menghubungkan jalur pantura (pantai utara) dan selat Madura.

Luas wilayah Kota Probolinggo 5.667,70 (Hal) terbagi dalam 5 wilayah administrative kecamatan dan 29 kelurahan, yaitu: 1. Kecamatan Mayangan dengan luas 865,5 (Hal) terbagi dalam 5 kelurahan 2. Kecamatan Kademangan dengan luas 1275,4 (Hal) terbagi dalam 6 kelurahan 3. Kecamatan Kanigaran dengan luas 1065,3 (Hal) terbagi dalam 6 kelurahan 4. Kecamatan Kedopok dengan luas 1362,4 (Hal) terbagi dalam 6 kelurahan 5. Kecamatan Wonoasih dengan luas 1098,1 (Hal) terbagi dalam 6 kelurahan.

KONDISI SOSIAL BUDAYA
Jumlah penduduk 216.833 jiwa dengan tingkat kepadatan 3.183 jiwa/km2. Terdiri dari suku Jawa, Madura serta etnis Cina, Arab dan India dengan komposisi laki-laki 107.569 jiwa dan perempuan 109.264 jiwa. Usia prodiktif 18 tahun ke atas sebanyak 124.413 jiwa (66,61%). Dikenal sebagai masyarakat yang agamis dan mayoritas beragama Islam. Kehidupan beragama sangat dinamis penuh toleransi. Ini terbukti dengan bertaburnya tempat-tempat ibadah uatmanya Masjid/Mushollah yang tersebar merata sampai ke pelosok-pelosok desa. Kultur etnis Madura sangat kuat mempengaruhi semua aspek kehidupan sosial budaya masyarakat Probolinggo. Ini ditandai dengan tradisi perkawinan, bagi waris, seni ludruk, tari lengger, kerapan sapi dan kambing serta adat istiadat dan bahasanya.

AKTIFITAS KULTUR BUDAYA LAINNYA

Merupakan corak ragam budaya berbagi etnis yang membaur dan bertransformasi menjalin kehidupan harmoni menuju masyarakat Probolinggo “ BESTARI” industri, perdagangan, pertanian, perikanan, kelautan dan pariwisata berbasis ekonomi social-kapital yang bersinegri dalam mengarungi era globalisasi.
Pasar gotong royong di jalan raya Panglima Sudirma, dari sinilah denyut kehidupan perekonomian masyarakat Probolinggo bergerak. Dan pelabuhannya, yaitu Tanjung Tembaga merupakan salah satu sumber permata pencaharian pokok Masyarakat Nelayan Probolinggo. Juga seni budaya khasnya, lomba kerapan sapi yang melegenda, merupakan symbol keberanian dan seportifitas earga Probolinggo.
Aktifitas kultur lainnya, terutama Industi, pariwisata dan hasil laut merupakan sumber utama dalam menunjang APBD Kota Probolinggo, seperti di tandai dengan semarak-gairah ekonomi kerakyatan dalam bentuk koprasi Nelayan , koprasi UK/UKM, koprasi tani, Dll.

Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan Pelabuahan Pendaratan Barang di Pantai Kota Probolinggo, sejumlah kolam renang juga merupakan kesiapan Pemerintah Probolinggo di era otonomi Daerah.

TAMAN WISATA STUDY LINGKUNGAN KOTA ROBOLINGGO

Taman wisata Study Lingkungan (TWSL) di jalan Basuki Rachmad No. 62 Kota Probolinggo merupakan satu fasilitas yang di sediakan Pemkot Probolinggo untuk membangun dan menumbuhkan rasa kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. Disamping itu, yang tidak kalah penting, TWSL juga berfunsi sebagai wahana informasi, pendidikan, pengetahuan dan pengelolaan lingkungan hidup, sehingga ke depan membentuk suatu karakter Masyarakat Probolinggo yang cinta pelestarian lingkungan.